Mitos Agar Dapat Mudah Tertidur

Berita unik – Agar tubuh mampu bekerja dengan benar, maka kita membutuhkan tidur yang cukup. Sayangnya, tidak semua orang memiliki kebiasaan tidur yang baik, sehingga waktu tidur menjadi berkurang atau bahkan berantakan. Jadi semua Mitos agar dapat mudah tertidur belum tentu baik untuk kesehatan kalian.

Berikut ini adalah berbagai rutinitas sebelum maupun saat tidur yang dipercayai menyehatkan, namun ternyata hanya mitos. Percaya atau tidak, masih banyak orang yang keliru mengenai beberapa rutinitas menjelang atau saat tidur.

Bukannya menyehatkan, mengikuti mitos malah akan memperburuk kesehatan Anda. Mulai dari mengantuk di siang hari, tidak dapat konsentrasi, hingga berakhir dengan terganggunya jam biologi tubuh.

Agar kualitas tidur lebih baik, mitos mengenai berbagai hal mengenai tidur harus Anda tinggalkan. Berikut beberapa mitos mengenai kebiasaan tidur yang perlu diluruskan.

Minum alkohol membuat tidur lebih nyenyak

alkohol buat tidur

Alkohol memiliki efek yang membuat Anda mengantuk. Itulah sebabnya banyak yang beranggapan jika alkohol bisa membantu seseorang tidur lebih nyenyak.

Faktanya, ini hanya mitos dan termasuk kebiasaan buruk sebelum tidur yang harus Anda hindari.

Meskipun awalnya memicu kantuk, beberapa jam setelah alkohol diminum, tubuh akan menimbulkan berbagai reaksi. Hormon stres akan meningkat sehingga memacu denyut jantung lebih cepat.

Selain itu, kafein pada alkohol juga bersifat diuretik. Hal ini akan membuat Anda berkali-kali buang air kecil yang bisa mengganggu tidur. Parahnya, efek tersebut membuat Anda lelah dan lesu di esok harinya.

Jadi, lebih baik hentikan kebiasaan minum alkohol sebelum tidur ini atau bahkan menghentikan total kebiasaan ini, jika tidak ingin kesehatan Anda terganggu.

Tidak masalah tidur larut malam asal bangun siang

tidur tengah malam

Sepeti Mitos agar dapat mudah tertidur di tengah malam ini. Tidur larut malam bisa membuat Anda kurang tidur. Namun, Anda berpikir tidak akan jadi masalah asal esoknya bangun lebih siang.

Meski Anda bisa memenuhi waktu tidur, yaitu 7 hingga 9 jam per hari, kebiasaan tidur ini bisa membuat jam tidur Anda berantakan. Anda akan kesulitan untuk tidur lebih awal dan bangun lebih pagi jika dibutuhkan.

Baca juga: Kehidupan Unik Miss Shunshine, si Wanita Serba Kuning

Nonton TV membuat Anda relaks dan lebih mudah tidur

Mitos lain seputar kebiasaan menjelang tidur adalah tidur dengan kondisi TV menyala. Tidur dengan kondisi TV menyala, bukan menandakan bahwa menonton TV membuat seseorang lebih mudah tidur.

Sebaliknya, tayangan televisi bisa membuat Anda sulit tidur. Kenapa? Acara TV dapat menimbulkan rasa penasaran yang membuat Anda mengundur jam tidur. Paparan cahaya biru dari TV juga bisa mengganggu tidur. Itulah sebabnya, kebiasaan nonton TV sebelum tidur harus Anda hindari.

Dilansir dari laman Harvard Medical School, paparan cahaya biru dari gadget, juga TV, dapat memperlambat produksi hormon melatonin sehingga kadarnya jadi lebih rendah. Hormon ini berfungsi sebagai informan untuk tubuh bahwa waktu sudah malam dan Anda harus segera tidur.

Saat kadar melatonin rendah, Anda jadi tidak mengantuk dan sulit untuk tidur. Anda mungkin akan tertidur larut malam dan bangun dengan tubuh yang lelah. Jadi, jelas bahwa kebiasaan tidur yang satu ini hanyalah mitos belaka.

Tidur dekat kipas membuat tidur lebih nyaman

tidur dekat kipas angin

Tidur kepanasan tentu tidak nyaman. Tubuh akan berkeringat dan membuat baju jadi basah. Kondisi ini memang bisa mengganggu tidur, sehingga Anda memilih tidur dekat kipas angin.

Konon, mitos menyebutkan bahwa kebiasaan untuk tidur di dekat kipas angin membuat Anda lebih nyaman. Namun, apa benar?

Kipas angin memang membebaskan Anda dari rasa gerah. Sayangnya, tidur terlalu dekat dengan kipas angin bisa membuat Anda nyeri otot keesokan harinya. Suhu dingin bisa membuat otot jadi tegang sehingga menimbulkan rasa nyeri dan kaku.

Nah, sekarang sudah tahu, bukan? Mulai sekarang, yuk mulai kebiasaan tidur yang lebih baik.